Tuesday, July 20, 2010

Kokila Ngong

8 comments
Tubuhmu berkeringat mulutmu mengeluarkan suara desis. Matamu terbelalak lalu terpejam rapat. Inilah penetrasi.

Semuanya begitu diamnya. Ruang kamar tak berdengung, sepi. Sisa-sisa desah tercecer di sprei kamar. Meringkuk dan yang satu terduduk lemas. Sebatang rokok di cumbui bibir.

Sebentar lagi kalo subur. Pinggangnya akan membesar (mungkin). Lingkar dada semakin melebar. Dan membenihkan hormon-hormon percepatan.

Atau matanya kembali nanar. Melihat jalan ke depan begitu berkabut. Begitu tidak jelas. Sedangkan dia hanya bisa mengusap keringat, bingung bagaimana harus memulai kejujuran. Atau menunggu diasahnya parang? Mungkin.

Baru kemarin dia dan kamu menikmati lepas dari 13. Menuju 17 menjadi begitu indah tatkala kawan-kawanmu melemparmu dengan telur dan tepung terigu.

Dan kamu baru saja terheran-heran dengan rambut barumu. Bau ketekmu yang kamu sumpal dengan wewangian beraroma kedewasaan. Kamu tak mau lagi dipanggil anak-anak. Karena tubuhmu sudah mulai membentuk nafsu.

Yah kamu dan dia. Belum genap 18 harus menyelesaikan mahirnya bibir. Fungsi tangan yang di kembangkan untuk gerayangan. Dan kelamin yang merasa siap untuk bergerilya.

Dia dan kamu memang bukan bercinta ala monyet. Karena kalian manusia, hanya saja terlalu tergesa-gesa. Jadi nikmati saja...

Wednesday, June 30, 2010

Saru Ahhh

15 comments
Mari kita saru. Ramekan saru dengan kesaruan yang jangan dibuat jujur. Lepaskan saja dari mulutmu ucapkan dengan lafal yang jelas dan nikmati kebebasan itu. Ini bukan saru untuk mengeruk dosa dan menerapkan pelanggaran tabuisme yang acapkali dijejalkan oleh pendahulu kita (bus kota, becak dan badak terbang). Melainkan saru ini dalam konteks yang lain. Konteks untuk mencapai satu kesapakatan, paseduluran itu indah. Dan saru salah satu medianya.

Tapi bentar dulu. Bukan berarti kalo tidak saru atau masih menghormati kewajaran tutur kata. Terus susah untuk menjalin paseduluran. Tidak ini bukan membuat sekat saru. Terus meniadakan kawan yang memang tidak pingin saru. Bahkan akan selalu dihormati kawan-kawan yang punya prinsip seperti itu. Namun jangan ada ceramah diantara saru dan tidak saru. Itu yang tidak seru.

Lalu maksud dari cangkemanmu diatas itu apa No seno? Begini plurk sedang di bombardir lendir. Apapun tretnya responnya pasti crot didada crot dimuka alias gak jauh jauh banget dari dunia fana alias saru sak jebole.

Mbah Sangkil sebagai penggagas sekte saru mengakomodir kekemprohan itu menjadi gelaran tikar dan mari kita bicara, saru adanya.

Didukung sepenuhnya oleh Demange Jogloabang. Maka Sekte Saru yang terlahir oleh perpaduan lendir dan bibir yang lupa di bius. Muncul ke permukaan dan menjadi geliat yang asik juga untuk di ikuti.

Nah hebatnya lagi, ternyata tidak sebatas nyangkem kemproh dan ejek-ejekan (keluar-keluaran) saja. Ternyata Sekte Saru ingin menggelar hajatan untuk pertama kalinya. Terbuka untuk umum maupun wc (cocote)

Siapapun diundang baik dari para penghuni plurker yang blogger yang blogger tapi pluker sampai yang plurker tapi tidak blogger dan blogger yang belum kenal plurker. WIs pokoke mlungker ngunu iku lah. Untuk mengikuti... mengikuti.. mengikuti mengikuti opo cuk? Wis pokoknya tunggu lontar dari Sekte Saru di email email terdekat di kota anda. Salam kemproh! CROT!


Saru sendiri dalam artian orang jawa adalah hal-hal yang tidak pantas. Hal-hal itu bisa berupa tindakan, kelakuan, omongan, tingkah laku, bahkan hal-hal lain yang memalukan. Kami Sekte saru mencoba menabrak kesaruan itu, kami tembus pagar-pagar kesaruan itu, kami berusaha menjadikan persahabatan yang benar-benar tanpa batas, tanpa melihat identitas, tanpa melihat siapa saya siapa kamu, tidak ada selebritis, tidak ada yang merasa paling populer, tidak ada yang paling hebat, tidak ada yang merasa berpangkat, kami disini semua sama dan sederajat.
(sumber : Ketua merangkap bendahara merangkap sekretaris merangkap seksi konsumsi merangkap seksi pup-dikdok merangkap anggota merangkap sales promotion girl merangkap pengampu merangkap pembicara merangkap moderator merangkap penari cha-cha-cha merangkap masyarakat setempat merangkap tetangguku merangkap sekte saru merangkap kawan dalam selimut merangkap mbah sangkil merangkap bung sangkil dan merangkap dobel mbek Demange Jogloabang

Seru Karena Saru, Saru Karena Seru di September Tahun Ini.